Cara Memilih Nama Blog

MEMILIH nama blog seperti memilih atau menentukan nama anak, perusahaan, atau nama organisasi. Susah-susah gampang! Tiga panduan sederhana di bawah ini akan membuat Anda mudah memilih nama blog.

Yang dimaksud nama blog adalah Judul Blog (Blog Title), yaitu nama yang muncul di area header, bisa berupa teks, bis berupa logo.

Contohnya, judul blog yang sedang Anda kunjungi ini adalah Contoh Blog, dengan nama domain atau alamat URL http://bumbutekno.blogspot.com/

Pemilihan nama blog yang "pas" itu penting banget untuk kesuksesan blog --trafik, pengunjung, pageviews, dan pendapatan Adsense.

3 Cara Memilih Nama Blog

Inilah Cara Memilih Nama Blog yang Baik buat SEO:

1. Nama blog harus menggambarkan konten blog Anda. 
Pengunjung kemungkinan akan membuka blog yang mengandung nama "Info Sepakbola Terkini" ketimbang "Tips SEO Blog" ketika mereka mencari informasi seputar sepakbola. Begitu pula sebaliknya. 

Maka, sebaiknya gunakan nama blog yang menggambarkan mayoritas isi blog. Gunakan "Sepakbola" jika konten blog berisi informasi seputar sepakbola. Begitu seterusnya.

2. Harus Mudah Diingat
Selain mudah diingat, sebaiknya nama blog juga mudah diucapkan. Misalnya, blog tentang tips seo, maka nama yang baik adalah "Tips SEO Blog".

3. Nama Blog Harus relevan dengan nama domain (URL)
Blog tentang "Cara Membuat Blog SEO" sebaiknya relevan dengan alamat blognya, http://cmblogseo.blogspot.com/. Blog tentang sepakbola akan bagus dengan nama "Info Sepakbola Pilihan" dengan nama domain http://sepakbolamagz.blogspot.com

Intinya, kata kunci (keyword) yang banyak digunakan nanti dalam konten/posting, harus ada dalam Judul Blog dan Nama Domain. Itu bagus banget buat SEO Blog.

Di Mana Membuat Nama Blog?

Nama Blog dibuat di kolom "Judul Blog" (Blog Title) saat Anda membuat blog baru. Usahakan sependek mungkin, jangan terlalu panjang. Lihat gambar di bawah ini:

Panduan Google: Cara Mengisi Blog dengan Konten Berkualitas

BLOG Anda sepi pengunjung? Salah satu sebabnya, konten blog Anda tidak berkualitas! Algoritma Google dan mesin pencari lain mengutamakan isi, tulisan,  atau posting berkualitas (quality content).

Apa saja ciri-ciri konten blog berkualitas sehingga mudah dan cepat diindeks Google? Berikut ini Panduan Resmi Google tentang Cara Mengisi Blog dengan Konten Berkualitas.

Pedoman Kualitas - Prinsip Dasar
  1. Buat laman (konten, posting, tulisan) yang utamanya untuk pengguna, bukan untuk mesin telusur.
  2. Jangan menipu pengguna Anda!
  3. Hindari trik yang dimaksudkan untuk meningkatkan peringkat mesin telusur. Yang paling penting adalah apakah Anda merasa nyaman menjelaskan apa yang telah Anda lakukan ke laman web pesaing Anda, atau kepada karyawan Google. Pengujian berguna lainnya adalah menanyakan, "Apakah ini membantu pengguna saya? Akankah saya melakukan ini jika tidak ada mesin telusur?"
  4. Pikirkan tentang apa yang membuat situs web Anda unik, berharga, atau menarik. Buat situs web Anda menonjol dari yang lain di bidang Anda.
Panduan konten berkaulitas selengkapnya ada di Design and Content Guidelaine. Good Luck!

Top 5 Situs yang Wajib Digunakan Blogger

SETIDAKNYA ada 5 Situs Web atau Laman yang wajib dikunjungi dan dimanfaatkan para blogger untuk kebaikan dan kesuksesan blognya. 

Bahkan, tiga di antaranya harus dibuka sebelum memilih template blog SEO Friendly yang bagus buat indeks Google.

Kelima situs yang harus digunakan para blogger itu bisa kita sebut sebagai Online Blogging Tools. 

Di situs-situs inilah kita bisa melihat skor SEO sebuah template blog, kecepatan tampilannya (loading speed), dan struktur datanya.

Top 5 Blogging Tools Sites
  1. Chkme
  2. GT Metrix
  3. Structured Data Testing Tool
  4. Google Webmaster
  5. Feedburner 
CHKME - Uji Skor SEO 
Chkme adalah situs untuk mengetes ke-SEO-an blog atau template. Jadi, sebelum Anda menggunakan atau menentukan template yang akan digunakan, cek dulu skor SEO-nya di sana. Standar Skor SEO yang baik adalah minimal 80.  

Banyak situs lain yang juga menilai SEO blog, tapi yang paling populer CHKME karena simple dan panduan perbaikannya mudah diikuti newbie sekalipun.

GT Metrix - Uji Fast Loading
GT Metrix adalah situs untuk menguji kecepatan loading template. Skor standar yang bagus buat SEO dalah B (80), yang terbaik tentu saja nilai (A), yaitu 90% ke atas.

Structured Data Testing Tools
Laman  ini disediakan Google untuk mengetes apakah blog Anda bisa dibaca (diindeks) oleh Google atau tidak. Struktur data blog yang baik tidak ada warning/error. Artinya, template blog sudah baik dan akan mudah dan cepat diindeks Google.

Banyak blogger mengeluh blognya sepi pengunjung. Kemungkinan salah satu penyebabnya adalah struktur data blognya error.

Google Webmaster
Begitu Anda membuat blog, segera buka Google Webmaster agar blog Anda terdaftar dengan cepat di mesin pencari Google. Nanti ada panduan optimisasi SEO lebih lanjut.

Lebih baik lagi daftar pula ke Google Analytic.

Feedburner
Masih milik Google, Feedburner adalah layanan pembuatan RSS Feed sehingga konten blog kita tersebar atau terdistribusikan via email dan media sosial (Twitter) secara otomatis. Di Feedburner pula ada kode untuk membuat Kotak Berlangganan (Subscribe Box).

Nah, itulah ulasan ringkas tentang Top 5 Situs yang Wajib Digunakan Blogger. Good Luck!

Cara Mengambil Link Sampai Langkah-langkah Membuat Menu Blog

Cara Mengambil Link Sampai Langkah-langkah Membuat Menu Blog
Sebelumnya saya minta maaf kepada beberapa sobat Blogger yang baru berkecimpung di dunia Blogger. Postingan kali ini baru sempat saya tulis, padahal banyak sekali inbox di email saya yang bertanya mengenai masalah yang satu ini. Ada beberapa sobat Blogger yang memang bertanya "Mas, saya baru belajar ngeblog...saya ingin nanya, bagaimana cara membuat menu seperti di blognya mas, lalu bagaimana agar ada link di menunya?"...dengan singkat saya jawab "oh, untuk masalah itu gampang sekali sob, silakan surfing ke postingan blablabla...". Ternyata sobat blogger tersebut masih reply email saya "tapi saya masih bingung cara mendapatkan link menu nya...". Akhir kata saya agak bingung. dan bahkan merasa bersalah karena saya tidak bisa menjelaskannya dengan baik. Semoga dengan hadirnya postingan yang sederhana ini bisa menjadi solusi bagi sobat2 yang baru main blogging di Blogger. 

Di postingan kali ini kita akan membahas dua topik, yang pertama adalah cara mengambil link dan yang kedua adalah cara membuat menu blog.

Yang pertama adalah cara mengambil link atau URL blog/postingan yang hendak dijadikan menu. Caranya ada banyak, di antaranya adalah:

1. Untuk mengambil link postingan, klik kanan judul postingan yang ada di blog lalu klik kiri "Copy link location" lalu paste kan ke notepad atau di mana saja yang sobat inginkan.


2. Lalu cara yang kedua adalah dengan mengklik kanan pada "
View" yang dimiliki oleh judul postingan yang sobat inginkan. Untuk langkah kedua ini, sobat harus surfing ke halaman "edit post" terlebih dahulu, lalu pastikan postingan yang mana yang ingin diambil link URL yang hendak dijadikan menu blog. Setelah klik kanan, maka pilih "copy link location" seperti pada cara pertama...lihat gambar berikut:


3. Yang ketiga adalah mengambil link URL blog sebagai Homepage/beranda atau halaman depan..., caranya adalah tinggal mengcopy link yang ada di address bar browser kita. URL tersebut terletak di kotak browser di mana sobat mengetikkan alamat web yang ingin dikunjungi...



Sampai di sini kita suda bisa mengambil link mana pun, baik itu untuk "Home" maupun untuk menu lainnya. Selanjutnya cara membuat menu. Untuk memulai membuat menu, silahkan untuk mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Pergilah ke halaman layout/rancangan, lalu pilih "
add widget" dan pilihlah "HTML/Java Script". Tulislah menu seperti berikut ini:
HOME | TENTANG | KONTAK .....dan seterusnya.


2. Blok lah kata HOME untuk memulai membuat link menu "Halaman Depan" dan klik tool "insert link" yang ada pada widget HTML/Java Script, dan isilah kolom kosong dengan URL blog kita.


Lalu seperti berikut:


3. Tekan tombol Ok lalu Save/Simpan. Dan sekarang Lihat hasilnya.

Selain menggunakan tool insert link, sobat juga bisa menggunakan kode berikut untuk membuat menu blog:

<a href="http://t4belajarblogger.blogspot.com">HOME</a> | <a href="http://linkblogsobat.blogspot.com/tentang.html">TENTANG</a> | <a href="http://linkblogsobat.blogspot.com/kontak.html">KONTAK</a>

Di atas adalah kode HTML sederhana untuk membuat menu, jadi sobat bisa memodifikasinya sesuai selera sobat. Sebagai contoh....untuk membuat menu dengan bentuk button/tombol, maka sobat cukup menggunakan tag button yaitu 
<button> yang kemudian di antara tag button adalah nama menu. Lihat kode berikut sebagai contohnya:
<a href="http://t4belajarblogger.blogspot.com"><button>HOME</button></a>


Dan hasilnya adalah seperti berikut:

HOME


Semoga tutorial sederhana ini bermanfaat bagi sobat semua. 

Perbedaan Windows 7 32 bit deng 64 bit

Ketika akan mendownload Windows 7 mungkin anda pernah mengalami sedikit bingung, karena ada Windows 7 32-bit dan Windows 7 64-bit. Lalu mana yang harus dipilih dan cocok dengan Laptop atau komputer yang anda miliki? Selain itu mungkin juga anda sedikit bingung apa sih bedanya antara Windows 7 32-bit  dengan Windows 7 64-bit? Inilah pertanyaan umum yang sering muncul.

>> Apa sih keuntungan menjalankan Windows 7 64-bit  dibandingkan Windows 7 32-bit?
Jika anda sering bekerja dengan ukuran file yang besar-besar  dan memakan memori yang banyak (misal video editing) tentu saja Windows 7 64-bit akan menjadi pilihan yang terbaik karena akan memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan Windows 7 32-bit. Seperti kita ketahui Windows 7 64-bit telah mensupport  memori sampai 192GB, sedangkan Windows 7 32-bit hanya 4GB untuk performa maksimum.  Keuntungan lain dari Windows 7 64-bit adalah dari segi keamanan, lebih aman dibandingkan Windows 7 32-bit, karena driver Windows 7 64-bit harus benar-benar tersertifikasi oleh vendor si pembuat hardware, jadi sangat sulit untuk disusupi oleh program jahat.

>> Apakah Laptop atau komputer saya bisa menjalankan Windows 7 64-bit?
Kalau anda baru membeli komputer sebuah komputer dengan teknologi terbaru dan terkini pada umumnya telah support dan mampu menjalankan Windows 7 62-bit, Kecuali jika prosesor yang anda gunakan merupakan prosesor yang lowend misal Laptop dengan Prosesor Intel Atom atau Intel Core Duo ke bawah. Namun jika anda menggunakan prosesor sekelas Intel Core 2 Duo maka bisa dipastikan bahwa komputer anda mampu dan bisa menjalankan Windows 7 versi 64-bit. Jika anda masih ragu-ragu ada baiknya guna program  Prosesor Identifikasi dari Intel untuk mengetahui apakah prosesor anda telah suppport Windows 7 64-bit  atau  tidak.

>> Bagaimana dengan Hardware lainnya misal Soundcard atau LAN Card?
Lihat tahun pembuatan dari hardware anda, apabila dibuat setelah adanya Windows Vista (3 tahun ke belakang) maka sudah bisa dipastikan hardware memang telah support Windows 7 64-bit, namun jika hardware yang anda pakai dibuat pada tahun-tahun sebelum Windows Vista hadir (misal tahun 2004 ke bawah), anda baiknya anda cek website dan vendor si pembuat hardware tersebut untuk mengetahui ada tidaknya driver untuk mensupport Windows 7 64-bit.

>>Apakah Driver untuk Windows 7 32-bit  bisa digunakan untuk Windows 7 64-bit
Jawabannya jelas sekali, Tidak. Windows 7 32-bit  mempunyai struktur yang berbeda Windows 7 64-bit.

>> Lalu bagaimana bila saya telah terlanjur menginstal Windows 7 64-bit sedangkan driver dari hardware yang saya miliki untuk Windows 7 32-bit?
Jangan kuatir dengan menggunakan Windows XP Mode (Virtual Mechine) di Windows 7  anda bisa menggunakan driver Windows 7 32-bit meski komputer anda telah terinstal Windows 7 64-bit

>> Bisakah saya menjalankan program Windows 32-bit di Windows 7 64-bit?
Dengan adanya teknologi WOW alias Win 32 on Win64 di Windows 7 tentu saja anda masih bisa menjalankan program Windows 32-bit di Windows 7 64-bit

>> Apakah bisa mengupgrade Windows 7 32-bit ke Windows 7 64-bit?

TIDAK. Untuk menginstall Windows 7 64-bit dari Windows 7 32-bit anda harus melakukan Installasi penuh alias tidak bisa mengupgrade langsung Windows 7 32-bit ke Windows 7 64-bit.

Jenis-jenis Proyektor

Jangan Beli Dulu Proyektor Kalau Nggak Tahu Ilmunya





2.1. Mengenal Tipe Proyektor
Pengetahuan mengenai tipe-tipe proyektor sangatlah penting untuk diketahui sebelum Anda membeli sebuah proyektor. Sebab informasi ini akan membantu Anda untuk memperoleh proyektor yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang Anda miliki. Nah, saat ini terdapat tiga tipe utama video proyektor yakni CRT, LCD, dan DLP. Walaupun sebenarnya terdapat beberapa tipe lain seperti LCOS, D-ILA dan SXRD.  Kali ini kita akan mengulas beberapa tipe yang umum beredar di masyarakat.

1.    CRT (Cathode Ray Tube)
Proyektor CRT berupa perangkat proyektor besar yang terdiri dari tiga lensa. Masing-masing lensa ini mewakili warna dasar. Tiga lensa ini digabungkan dengan lensa pembesar cahaya yang bisa memproyeksikan image berwarna ke sebuah layar besar yang terdapat dalam sebuah ruangan yang gelap. Dengan perpaduan sirkuit video yang tepat, ukuran CRT dan kombinasi lensa, maka sebuah proyektor CRT bisa menghasilkan image dengan resolusi tinggi. Proyektor CRT memiliki sejumlah keunggulan antara lain:
•    Image yang ditampilkan dalam sebuah proyektor CRT disaring dengan menggunakan sebuah sinar elektron dan tidak terbatas pada area tertentu saja. Karena itu proyektor CRT menjadi pilihan yang terbaik bila resolusi menjadi pertimbangan yang utama.
•    Proyektor CRT mampu menghasilkan warna hitam yang paling hitam di antara semua tipe proyektor.
•    Proyektor CRT memiliki ketahanan untuk melakukan proyeksi hingga 20.000 jam. Sebagai bahan perbandingan, proyektor LCD dan DLP harus diganti sumber cahayanya setiap 1000 jam atau 2000 jam untuk memperoleh brightness atau kecerahan dan kontras yang optimal.

Selain sejumlah keunggulan, proyektor CRT juga memiliki sejumlah kelemahan antara lain:
•    Proyektor CRT biasanya memiliki ukuran yang sangat besar. Proyektor CRT membutuhkan ruangan yang cukup luas seperti halnya televisi berukuran 20”. Karena itu proyektor tipe ini cukup sulit untuk dibawa bepergian atau berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya.
•    Proyektor CRT tidak memiliki kemampuan untuk menampilkan image dengan sangat jelas seperti tipe proyektor lainnya. Karena itu tipe proyektor ini sebaiknya digunakan pada ruangan yang benar-benar gelap.
•    Proyektor CRT harus disatukan dengan tepat untuk menghasilkan image yang berkualitas tinggi. Hal ini dikarenakan proyektor CRT memiliki tiga lensa yang harus disejajarkan agar dapat memproyeksikan image dengan baik. Bila satu lensa gagal menjalankan fungsinya, maka kedua lensa lainnya juga harus dibenahi agar mampu merefleksikan warna dan brightness yang seimbang.
•    Proyektor CRT biasanya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tipe video proyektor lainnya.

2.    LCD (Liquid Crystal Display)
Proyektor jenis LCD ini menghasilkan cahaya dari tiga panel kecil LCD. Proyektor LCD memiliki ukuran yang lebih besar dari jenis proyektor DLP tetapi lebih kecil dari jenis proyektor CRT. LCD memiliki beberapa kelebihan untuk menampilkan video. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain:
•    Front proyektor LCD memiliki harga yang lebih murah.
•    LCD Rear Projector TV memiliki tampilan yang lebih tipis bila dibandingkan dengan CRT Rear Projector TV karena memiliki panel LCD dan lampu yang kecil. Kelebihan ini tentunya dapat menghemat ruang yang digunakan untuk menempatkan proyektor.
•    Proyektor LCD memiliki gambar yang lebih terang karena penggunaan lampu yang terpisah. Untuk tampilan yang lebih sempurna dan terang, sebaiknya pilihlah proyektor LCD yang menggunakan LED backlight. Hindari memiliki proyektor dengan lampu yang masih tradisional.
•    Meskipun proyektor LCD memiliki tiga panel LCD, namun jenis ini memiliki satu sumber cahaya sehingga penggunanya tidak perlu mengatur pemusatan gambar seperti yang dilakukan seperti pada proyektor CRT.

Tampilan proyektor LCD lebih terang sehingga menjadi lebih menarik. Tampilan proyektor ini memiliki tampilan yang lebih berkualitas bila dibandingkan dengan tampilan proyektor DPL. Teknologi LCD dan DLP menawarkan keuntungan yang berbeda. Proyektor LCD menawarkan akurasi warna yang lebih baik, sedangkan proyektor DLP memiliki ratio kontras yang lebih tinggi.
3.    DLP (Digital Light Processing)
Proyektor DLP biasanya memiliki satu chip dengan lensa-lensa kecil yang bisa berputar. Cahaya dipancarkan melalui chip dan direfleksikan melalui sebuah roda lantas ditampilkan pada layar. Proyektor DLP lebih kecil, ringan, murah dan lebih terang bila dibandingkan dengan LCD dan CRT. Tetapi proyektor jenis ini memiliki warna dan kontras yang lebih buruk.

Sejumlah keunggulan yang dimiliki proyektor DLP membuat proyektor ini tidak hanya sesuai untuk bisnis tetapi juga untuk keperluan home theater. Film akan dikonversi secara digital dan disimpan pada hard drive atau disk optikal. Selanjutnya hasil konversi tersebut dimasukkan ke dalam proyektor DLP dan diproyeksikan ke layar.
Keunggulan lain yang dimiliki proyektor DLP adalah akurasi warna yang baik, tidak ada efek “screen door” yang muncul seperti pada proyektor LCD, memerlukan power yang lebih sedikit dan memiliki kontras serta brightness yang tinggi.
Selain sejumlah keunggulan, proyektor DLP juga memiliki sejumlah kelemahan antara lain
•    Seperti halnya pada proyektor LCD, chip DLP memiliki jumlah pixel tertentu.
•    Meskipun tidak menghasilkan efek “screen door” seperti pada proyektor LCD, namun proyektor DLP menghasilkan efek “rainbow”. Efek ini menampilkan kilasan warna-warna ketika penonton melihat dari samping.
•    Seperti halnya pada proyektor LCD, sumber cahaya harus diganti setiap 1000 jam atau 2000 jam.

Meskipun teknologi proyektor DLP tidak sempurna, namun banyak para penikmat home theater memilih proyektor jenis ini.
4.    LCoS (Liquid Crystal On Silicon)
Banyak orang tertarik untuk memiliki proyektor ini karena teknologi pada proyektor ini merupakan hasil penggabungan antara teknologi LCD dan DLP. LCoS merupakan proyektor terbaik untuk menghasilkan tampilan gambar pada screen dibanding jenis proyektor lain. Tetapi proyektor ini memiliki harga paling tinggi bila dibanding proyektor lain yang umum beredar di pasaran.

2.2. Mengenal Resolusi pada Proyektor
Sementara itu berdasarkan resolusinya, proyektor dilengkapi dengan beberapa keterangan yakni SVGA, XGA, dan SXGA+.  Keterangan ini digunakan untuk menunjukkan resolusi yang digunakan pada piranti dengan layar standar 4:3 seperti komputer dan proyektor. Sedangkan WVGA, WXGA dan WUXGA digunakan untuk menandai resolusi yang terdapat pada piranti layar lebar 16:9 seperti proyektor home cinema.
Nilai resolusi sebuah proyektor diukur dengan satuan ANSI Lumens atau biasanya disebut Lumens saja. ANSI merupakan singkatan dari American National Standards Institute. Nilai ANSI ini menunjukkan format cahaya dan metode pengukuran. Sedangkan Lumens merupakan sebuah ukuran yang digunakan untuk menandai tingkat brightness atau kecerahan cahaya yang diproyeksikan. Sebagai gambaran saja, sebuah lilin parafin menghasilkan tingkat resolusi sebesar 13 Lumens, sebuah bola lampu 100 watt menghasilkan 1200 Lumens.
Jadi semakin tinggi nilai Lumens, maka semakin nyata gambar yang dihasilkan dalam ukuran yang sama oleh sebuah proyektor. Ketika ukuran gambar diperbesar, Lumens yang ada akan disebarkan pada area yang lebih besar sehingga mengurangi tingkat kecerahan gambar.
Resolusi layar standar 4:3
•    SVGA memiliki resolusi 800 x 600
•    XGA memiliki resolusi 1024 x 768
•    SXGA+ memiliki resolusi 1400 x 1050

Resolusi layar lebar 16:9
•    480p (WVGA) memiliki  resolusi 854 x 480
•    720p (WXGA) memiliki resolusi 1280 x 720
•    1080p (WUXGA) memiliki resolusi 1920 x 1080

2.3. Hal-Hal Penting dalam Memilih Proyektor
Nah, ketika Anda berniat untuk membeli proyektor, maka ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tetapi pada dasarnya ada tiga hal utama yang harus Anda pertimbangkan, yakni resolusi, bobot, dan brightness.

1.    Resolusi
Semakin tinggi resolusi sebuah proyektor, maka gambar yang ditampilkan pun semakin sempurna.  Sebagian besar proyektor menggunakan teknologi SVGA atau XGA. Bila Anda ingin memperoleh proyektor dengan resolusi yang lebih baik lagi, maka tentunya Anda harus merogoh kantong lebih dalam lagi.
Teknologi SVGA dengan resolusi 800×600 cocok digunakan untuk menampilkan video, DVD, dan beberapa jenis presentasi Powerpoint. Sedangkan teknologi XGA atau WXGA memiliki resolusi yang lebih tinggi, yakni 1024 X 768 dan 1280 X 800. Tetapi tentu saja harganya pun lebih tinggi. Sementara itu bila Anda memiliki dana yang cukup dan membutuhkan proyektor dengan resolusi tinggi, maka Anda bisa memilih teknologi SXGA dengan resolusi 1280 X 1024 dan teknologi UXGA yang memiliki resolusi 1600 X 1200.
Pengukuran resolusi proyektor sama dengan pengukuran resolusi monitor PC (Personal Computer). Semakin besar resolusinya, maka semakin besar pula ukuran layar dan semakin banyak yang bisa ditampilkan.

2.    Bobot
Biasanya proyektor memiliki bobot kurang lebih antara 2 Kg hingga 3,5 Kg. Namun ada pula proyektor yang memiliki bobot kurang dari 2 Kg. Tentu saja proyektor yang ringan ini memiliki harga yang lebih tinggi. Proyektor yang memiliki bobot antara 2 Kg hingga 3,5 Kg memiliki fitur yang lebih lengkap bila dibandingkan dengan proyektor yang memiliki bobot di bawah 2 Kg.
Proyektor yang memiliki bobot lebih dari 3,5 Kg juga tersedia. Proyektor seperti ini biasanya menawarkan sejumlah kelebihan meskipun cukup merepotkan bila dibawa bepergian. Bila Anda sering bepergian dengan membawa proyektor, maka pilihlah proyektor dengan bobot 2 kg.

3.    Brightness
Brightness memegang peranan penting dalam penggunaan sebuah proyektor. Sebuah proyektor yang memiliki kemampuan brightness yang tinggi akan sangat mendukung bila Anda ingin menampilkan gambar dalam ukuran yang besar. Selain kemampuan brightness, intensitas cahaya dalam sebuah ruangan juga berpengaruh pada tampilan gambar proyektor. Pada sebuah ruangan dengan intensitas cahaya yang rendah, maka lampu proyektor akan terlihat dengan jelas. Sedangkan pada ruangan dengan intensitas cahaya yang tinggi, maka kemampuan brightness proyektor akan sangat berguna untuk menampilkan gambar dengan sempurna.
Selain intensitas cahaya, media untuk menampilkan proyeksi juga memiliki pengaruh. Misalnya saja dinding. Dinding merupakan media yang buruk untuk menampilkan proyeksi sebab dinding tidak memantulkan cahaya dengan baik. Sedangkan layar proyektor memiliki kemampuan untuk memantulkan cahaya dengan baik sehingga mampu menampilkan proyeksi dengan sempurna. Proyektor biasanya memiliki 2000-3000 ANSI Lumens. Proyektor kurang dari 2000 ANSI Lumens akan menampilkan proyeksi yang terlihat suram. Sedangkan proyektor lebih dari 3000 ANSI Lumens akan menampilkan proyeksi yang sangat terang.

4.    Contrast Ratio
Contrast Ratio berguna untuk mengukur bagian tergelap dan warna hitam, serta bagian paling terang dan warna putih yang terproyeksi. Contrast Ratio berfungsi memperkirakan tingkat cahaya proyektor untuk semua jenis kondisi cahaya ruangan. Semakin besar Lumens, maka semakin terang gambar yang diproyeksikan. Semakin terang suatu ruangan, maka semakin tinggi tingkat Lumens yang diperlukan.

5.    Fitur plug and play
Sebagian besar proyektor portabel masa kini telah menggunakan fitur plug and play, mudah digunakan dan bisa disetting dengan tepat. Jadi, Anda hanya membutuhkan soket listrik saja. Anda cukup menancapkan kabel proyektor di soket listrik saja dan proyektor pun siap digunakan.

6.    Fitur-fitur tambahan
Perhatikanlah pada fitur-fitur khusus yang mungkin bisa memenuhi kebutuhan khusus Anda. Fitur-fitur yang bisa menjadi pertimbangan, antara lain:
•    Memory card, piranti ini dapat menggantikan peran notebook untuk menyimpan bahan presentasi.
•    Nirkabel atau wireless, untuk mempermudah pengguna.
•    Kemampuan networking, untuk pengoperasian dari tempat lain yang berjauhan.
•    Digital keystone correction, untuk meningkatkan fleksibilitas penempatan proyektor.
•    Input video komponen, untuk kualitas video yang lebih baik.
•    Lens shift, untuk penggunaan yang lebih nyaman.

Naskah di atas diambil dari buku ini;

Teknik Mengubah PC Menjadi Home Theater
Teknik Mengubah PC Menjadi Home Theater
Judul: Teknik Mengubah PC Menjadi Home Theater
Penulis: Jubilee Enterprise
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Capture dan Edit Video Dengan Ulead Video Studio

Jalankan Ulead Video Studio, Tampilan awalnya akan ada pilihan


 

DV to DVD Wizzard     option ini anda pilih jika ingin meng capture dari handycam (Camcoder) langsung ke dalam bentuk DVD dengan langkah-langkah petunjuk (wizzard) praktis

Movie Wizard     Dengan option ini anda bisa mencapture kemudian membakar dalam bentuk disk dengan mudah tanpa melalui editing yang rumit

Video StudioEditor    Untuk edit video secara mandiri dan bebas sesuka anda. Gunakan pilihan ini untuk mengedit video.    

 

Tampilan Ulead Video Studio 11


 


Menu Toolbar, Terdiri dari file menu, edit menu, clip menu dan tool menu. Menu-menu standar seperti open projeck, save projeck, copy paste ada di toolbar ini.

Step Toolbar/Panel, Terdiri dari 7 step atau langkah untuk mencapture dari camera, mengedit dan menbakar dalam bentuk CD/DVD.

Navigation toolbar, Tombol-tombol yang kita gunakan untuk memainkan file movie movie yang sedang kita edit, sebelum memainkan pilih dulu Play Mode, yang akan di mainkan apakah klip atau seluruh video.

Galery, Tumbnail dari file movie, video, efek atau image yang sudah di upload ke galery. Isi dari galeri Dinamis mengikuti panel toolbar yang sedang aktif.

Option, Panel yang berisi option untuk merubah settingan dari film maupun efek. Option bersifat dinamis tergantung panel apa atau step apa yang sedang aktif. Untuk mengeluarkan option dari sebuah objek, aktifkan objek tersebut atau di seleksi.

Cut Clip, Tombol Mark – in, Mark Out, Enlarge, Cut. Untuk menandai awal, akhir, mebesarkan dan memotong klip

Overlay Track Manager, perbedaan Ulead Video studio versi 9 dan 11 adalah pada kemampuan track overlay. Jika di versi 9 hanya disediakan satu track overlay sedangkan di versi 11 ini sudah disediakan 6 buah sehingga lebih memberikan kesempatan untuk berkreasi lebih baik lagi.


Storyboard Mode, kita gunakan story board untuk memasukan video/clip dan menyusunnya sesui dengan jalan cerita yang diinginkan.


Timeline View, Pada tampilan timeline view video/clip akan ditampilkan secara linear. Track juga akan terlihat


Video, Musik, Voice, Overlay video dan title akan dimasukan sesuai dengan track yang disediakan.

Audio View, dalam view ini yang kita edit adalah audio. Untuk memotong, membuat fade in/out mengatur volume dan sebagainya.


Secara garis besar ada 7 langkah dalam menggunakan Ulead VideoStudio, di mana tiap langkah mewakili dari tiap tombol yaitu

  1. Capture Step
    langkah ini kita lakukan untuk merekam langsung dari handycam ke dalam hardisk komputer, diperlukan firewire sebagai koneksi antara handycam dan komputer.
  2. Edit Step
    Pada langkah Edit inilah kita mengedit video, memotong, menggabungkan, menambahi musik dan text.
  3. Effect Step
    Di Langkah Effeck ini kita menambahkan transisi antara dua video yang kita gabungkan.
  4. Overlay Step
    Pada langkah ini kita bisa menggabungkan dua buah video dalam satu layar.
  5. Tittle Step
    Sebuah video tidak akan lengkap tanpa adanya teks. Dilangkah inilah kita bisa menambahkan tulisan ke dalam video yang sedang kita edit.
  6. Audio Step
    Menambahkan audio merupakan hal yang sangat di perlukan dalam mengedit video. Baik suara dari musik atau suara kita yang kita rekam sendiri.
  7. Share Step
    Pada langkah inilah kita merender atau mengexport editing kita dalam sebuah media baik berupa file maupun CD/DVD.

 

 

Langkah/Step : Capture


 

Untuk memulai proyek mengedit Mengcapture dan Edit video, langkah pertama adalah mengcapture video atau memindahkan video dari tape/cassete kedalam bentuk digital. Jika file udah ada dalam hardisk lewati langkah ini. Untuk memulai mengcapture Klik pada tombol capture.


Kemudian pilih capture video,



Capture Video, pilih option ini untuk mengcapture langsung dari handycam, dengan catatan koneksi handycam dengan komputer sudah terpasang, baik menggunakan Firewire maupun analog.

Import DVD, untuk mengimport dari keping DVD. Untuk mengconvert dari DVD menjadi VCD format lain bisa menggunakan langkah ini. Inmport dari DVD kemudian edit dan di bakar dalam bentuk VCD.

Import From Mobile Device, Mengambil file dari media card. Bisa dari flash disk, cemara pocket atau bahkan dari handphone.


Duration : Lama capture yang sudah kita lakukan.

Source : Sumber alat, apakah dari handycam atau dari alat lain. Jika koneksi antara handycam dengan komputer lancar maka akan tampil pada source. Source tidak hanya berupa handycam. Dari web cam atau tv turner juga bisa kita gunakan sebagai sumber.

Format : Format file hasil capture yang kita lakukan. Untuk mebuat film vcd kita bisa pilih format vcd atau mpeg1 untuk membuat file dvd kita bisa memilih format dvd atau mpeg2 sedangkan kalo kita ingin mengolah file dengan hasil yang maksimal kita bisa memilih format dv. Jenis format juga tergantung dengan alat atau kamera yang kita gunakan. Jika kita menggunakan kamera handycam yang masih menggunakan video 8 sebaiknya kita capture menggunakan format vcd atau mpeg sedangkan kalo kita mengcapture dari kamera yang sudah menggunakan Mini DV bisa capture dengan format dvd atau dv. Jenis file format juga mempengaruhi ukuran dari file movie hasil capture. Sebagai ilustrasi untuk 1 jam capture menggunakan file vcd/mpeg ukurannya sekitar 600-700 MB, sedangkan dengan menggunakan format DVD atau DV bisa sampai 8 – 10 GB. Sedangakan untuk type DV AVI dibutuhkan sekitar 13 – 15 GB.

Split By Scene, jika option ini diaktifkan video yang kita capture akan tersimpan dalam file-file tersendiri berdasarkan scene atau tanggal dan waktu video dibuat.

Option, setingan tambahan



 

 

Capture folder : folder tempat file movie hasil capture berada, pilih folder di drive yang masih banyak space kosongnya.

Enable Audio Preview, Tombol ini untuk mengaktifkan/menonaktifkan preview audio dari video yang sedang kita transfer. On atau off nya preview tidak mempengaruhi hasil capture.

Setelah semua sudah di setting sesuai kebutuhan, kita bisa mengklik tombol capture video.

Lamannya transfer dari handycam adalah real time, artinya jika panjang Cassete video adalah satu jam maka waktu untuk mentransfer juga satu jam.

Jika kita menganggap proses capture sudah selesai, klik tombol stop capture. Otomatis file hasil capture sudah ada di gallery.

 

Langkah/Step 2 Edit


 

Setelah kita selesai mengcapture video, langkah selanjutnya adalah mengedit video. Klik pada Toolbar Edit.


Selain mengedit dari hasil capture, bisa juga kita ambil dari file yang sudah ada dalam hardisk. Gunakan tombol load video


Untuk memasukan kedalam media lain kedalam library klik pada pilihan media.


Untuk memasukan clip yang ada di gallery ke drag dari gallery dan drop ke storyboad


Masukan video atau beberapa video yang di inginkan.

 

Video Option

Setiap video mempunyai option yang bisa kita rubah seperti kecepatan, warna dan lain-lain.



Reverse Video,
untuk memainkan video dari belakang

Rotate, untuk merotate video 90 derajat searah jarum jam atau sebaliknya

Color correction, untuk mengatur contras, hue dan sebagainya

Playback Speed, di gunakan untuk mensetting cepat/lambatnya kecepatan klip

Save as still Image, digunakan untuk menyimpan klip sebagai image/gambar

Split By Scene,. Jika pada saat mentransfer video fasilitas Split By Scene tidak diaktifkan, kita bisa memotong video secara otomatis menggunakan fasilitas split by scene yang ada di langkah Edit. Fasilitas ini otomatis akan memotong-motong video menjadi ukuran yang kecil-kecil sesuai dengan scene yang ada. Scene tercipta pada saat kita mempause ketika sedang merekam.

Multi Trim Video, untuk memotong video atau menghilangkan bagian tertentu

 

Attribut Video

 


Sebuah video/Clip bisa kita beri filter sehingga bisa menimbulkan efeck pada clip. Misalnya untuk member effeck video tua atau efeck hujan dan sebagainya. Untuk member effeck klik pada clip yang akan diberi efek kemudia klik pada attribute. Drag video filter yang diinginkan drop pada clip atau video filter.

Memotong Video

Untuk memotong sebuah video, arahkan Jog Slide ke bagian yang akan di potong kemudian klik tombol CUT.


 

Menghapus Klip Video

Untuk menghapus klip video dari storyboard maupun timeline view, klik pada klip yang akan kita hapus kemudian klik tombol del di keyboard.

 

Langkah/Step 3 : Effect


 

Ada kalanya video terdiri dari beberapa scene/klip, perpindahan antar klip atau antar video mungkin agak tidak halus. Supaya perpindahan antar scene atau antar video berjalan mulus bisa kita tambahi effect transisi. Begitu panel effect di tekan otomatis gallery berubah menjadi thumbnail effect. Untuk lebih mudah masuk ke storyboard view. Kemudian drag efek tarnsisi pada gallery dan drop/jatuhkan pada sela-sela antara dua video atau dua scene.


Setiap efek yang di terapkan masih bisa di custom untuk lebih menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Panjang pendek nya atau option yang lain dapat di seting dalam panel option


Untuk mempercepat memperlambat effect rubah pada duration


 

Untuk memilih effeck yang lain klik pada tanda panah pada gallery, kemudian pilih dari berbagai effect yang ada.

 

Langkah/Step 4 : Overlay


 

Overlay adalah memainkan video di atas video yang lain, atau bisa juga di sebut picture on picture, fungsinya jika kita ingin menampilkan dua atau lebih movie klip secara bersamaan. Untuk mengaktifkan overlay harus dalam bentuk timeline view. Drag klip movie yang akan kita gunakan tempatkan pada overlay track.



Fungsi dari overlay adalah Mask & Croma key yaitu untuk menghilangkan warna tertentu dari klip video, biasanya yang di hilangkan adalah warna background (blue screen). Tujuannya Misal kita melakukan syuting di studio dengan latar belakang biru solid atau hijau, backgraound biru itu bisa kita hilangkan dan kemudian diganti dengan pemandangan, langkah-langkahnya.

  • Masukan klip video yang akan di hilangkan warnanya kedalam Overlay Track,
  • Aktifkan dengan mengklip klip video.
  • Klik Pada Mask & Chroma Key     

 


    

  • Centang pada Applay Overlay Option, kemudian pilih warna yang akan di hilangkan.
  • Warna hijau background otomatis hilang.

 



Memberi Frame Pada Video Dan Memberi Flash Animation


 

Pada langkah overlay ini kita juga bisa member video dengan sebuah frame, baik yang sudah di sediakan oleh Ulead Video studio ataupun frame hasi buatan kita sendiri. Langkah-langkahnya :


  • Masukan video yang akan di beri frame atau Flash Animation pada track video
  • Pada galeri rubab pilihan Video menjadi Decoration-Frame/Flash Animation
  • Pilih frame yang ada di galeri kemudian drag and drob ke Overlay Track
  • Jika frame belum pas dengan layar bisa kita sesuaikan dengan menggerakan border kuning
  • Panjang atau lamanya frame tampil bisa di atur dengan menarik pinggiran frame.

 


Attribute Direction Style terbagi dua

  1. Enter, arah masuk video overlay. Aktifkan fade in motion effect jika ingin video overlay masuk perlahan-lahan. Rotate During Pause Duration akan membuat video overlay berputar-putar pada saat proses masuk.
  2. Exit , Arah keluar video overlay. Aktifkan fade out motion effeck jika ingin video hilang berlahan2lahan. . Rotate After Pause Duration akan membuat video overlay berputar-putar pada saat proses Keluar.

 

 

Langkah/Step 5 : Title


 

Suatu film tidak akan menarik jika tidak ada teks judul ataupun teks yang lain. Setelah kita melewati overlay step kita masuk ke title step untuk menambahkan title atau teks ke dalam movie kita. Klik pada panel title untuk menambahkan teks.


Kita bisa mensetting title dengan ukuran font, warna maupun jenis teks pada tab edit atau bisa juga kita menggunakan gallery teks yang sudah ada. Tinggal kita drag salah satu galeri title ke title track.

Panjang pendeknya teks bisa kita atur dengan menarik ujung yang berwarna kuning.

Option bisa kita sesuaikan dengan yang kita inginkan Text bisa di buat vertical maupun horisantal


Untuk mengatur tepi, bayangan dan transparansi

 

Memberi Animasi Pada Teks

Klik pada teks yang akan di beri animasi, kemudian pindah pada tab animation, klik pada Apply Animation, pilih animasi yang di inginkan.


Pada animasi tertentu kita bisa mensetting berapa lama teks tampil sebelum di animasikan keluar.

 

Langkah/Step 6 : Audio


 

Audio memegang peranan penting dalam sebuah film, begitu juga dengan video klip yang kita edit. Untuk menambah kesan yang lebih dalam tambahkan musik. Ulead video studio menyediakan voice track untuk dubbing suara dan music track untuk memasukan lagu atau instrument.

Masukan music dengan cara drag dari galeery dan drop kan pada pada audio track. Jika belum ada pada galeeri bisa ditambahkan dengan cara klik tombol load audio


 

Untuk memotong audio sama seperti memotong video. Bisa juga dengan mengeser akhiran yang berwarna kuning.

 

 

 

Langkah/Step 7 : Share


 

Setelah semua langkah sudah di lakukan, tentunya langkah-langkah di atas tidak harus urut. Anda bisa membolak-balik urutan langkah sesuka anda, tetapi langkah ke 6 atau share pastilah di tempatkan pada akhir, karna di step ini kita merender hasil editing kita dalam bentuk keping cd atau file movie. Klik pada step Share


Create Video File, untuk merender hasil editing kita dalam bentuk file movie misalnya dalam format avi, mpeg, mpeg2 dan sebagainya


  • Create sound file, merender editing kita ke dalam bentuk file audio, dalam bentuk wav atau wma.
  • Create Disc, merender hasil edting kita dalam keeping cd.
  • Export To Mobile Device, untuk mengexport file yang kita buat dalam format yang sesuai dengan hp, ipod atau peralatan bergerak lainnya.
  • Project
    Playback,
    untuk memutar seluruh projek dari awal sampai akhir.
  • DV Recording, untuk merekam hasil editing kita ke dalam dv tape
  • HDV Recording, untuk merekam hasil editing kita ke dalam dv tape
  • Share Video Onlinee, mengexport library dalam berbagai macam jenis file.

 


Untuk menyimpan dalam format video file. Pilih type file yang dinginkan kemudian beri nama klik Save. Akan ada proses render yang lamanya tergantung kecepatan processor.

Create Disk


Untuk menjadikan file video yang sedang kita edit supaya bisa di putar di player video. Buat dalam bentuk CD baik VCD Maupun DVD. Klik pada create disk. Pilih format VCD/DVD/HD DVD atau SVCD


Jika membuat menu dan ingin menambahkan chapter, klik video yang akan ditambahi chapter kemudian klik Add/Edit Chapter.


Geser slide kemudian klik add chapter untuk menambahkan. Kilk OK jika sudah selesai

Lngkah selanjutnya memberi judul title dan menu


Klik next lagi


Klik burn untuk memulai membuat CD.

Untuk seeting lebih lanjut klik pada more setting for bunner

 


Klik copyright untuk memasukan copyright information.


Klik OK

Langkah terakhir klik Burn, aka nada proses yang panjang setelah itu aka nada pemberitahuan jika proses sudah selesai.


Powered by Blogger.